20 April 2008

Peluang Usaha: Membuka Warung Nasi

Peluang Usaha: Membuka Warung Nasi Ala Kantong Mahasiswa


Bisnis Makanan Warung Mendulang Sukses di kalangan mahasiswa/pekerja kantor

Banyak kota di Indonesia memiliki sentra pendidikan. Sebut saja kota pendidikandi seperti Jogjakarta, Bandung, Depok, Malang, Jember dan lainnya. Ribuan lulusan sekolah lanjutan atas setiap tahun mendatangi kota-kota tersebut dengan tujuan melanjutkan pendidikan. Ada yang Cuma setahun untuk mengambil Diploma 1, ada yang 3 tahun D3 atau bahkan ada menjadi mahasiswa abadi sampai 7 tahun.

Ribuan orang ini tentunya menjadi aset tersendiri bagi daerah, apalagi di musim Otonomi Daerah. Ada pemilik kos-kosan, pemilik rumah kontarkan, developer perumahan, rumah makan, delaer motor, mall, toko buku, ojek, penarik becak, sopir dan lainnya. Semuanya diuntungkan dengan adanya mahasiswa. Naah, ini kan peluang usaha bagi kita.

Dalam tulisan ini saya mencoba mengupas bagaimana membuka warung nasi. Kenapa warung nasi? Jawabannya mudah. Semua orang butuh hidup. Untuk hidup perlu makan dan minum. Jadi, warung nasi merupakan peluang usaha dengan pasar yang tidak terbatas. Konsumennya bisa mahasiswa, pekerja dan lainnya.

Warung juga tidak hanya terbatas di sekitar kampus, tapi bisa juga di dekat kawasan industri di kota Anda.

Disamping itu, warung nasi memiliki cash flow harian, sehingga modal yang diputar tidak lah terlalu besar, tapi berpeluang menghasilkan keuntungan sebesar 100%. Memang kalau kita tidak memiliki tempat, harus menyewa tempat dengan lokasi yang strategis dan dekorasi awal tentu membutuhkan modal yang lumayan.

Tulisan ini diasumsikan bahwa yang menjalankan usaha adalah orang lain. Dengan kata lain kita memiliki karyawan yang terampil dibidangnya. Sehingga tidak perlu lama-lama ikut kursus masak, tapi carilah orang yang pintar masak. Orang yang dicari bisa berasal dari sekitar lokasi usaha agar memudahkan transportasi atau dari luar kota untuk menekan gaji.

Tahap Persiapan
Apa saja yang perlu dipersiapkan untuk membuka warung? Ada beberapa hal yang memang perlu dipersiapkan. Urutan berikut ini tidak harus diikuti. Apa yang bisa dilakukan terlebih dahulu, lakukan lah.

1. Pemilihan lokasi.
Usahakan di lingkungan yang banyak anak kos. Tempat ini biasanya disekitar kampus.
Perlu juga diperhatikan, mau mengontrak rumah atau hanya kios. Ini penting untuk memperhitungkan dimana karyawan akan menginap jika didatangkan dari luar kota atau dimana kita akan masak. Apakah masak di rumah dan dibawa ke kios atau tempat itu pula sebagai dapur dan warung. Fasilitas yang sudah ada juga perlu dipertimbangkan, apakah ada sumber air, kamar mandi, tempat cuci piring, tempat masak, dan lainnya.

2. Menentukan menu masakan.
Secara basic, menu masakan bisa dikelompokkan menjadi menu khusus atau umum (banyak ragam menu). Mau berjualan khusus seperti lalapan lele, nasi goreng, sate & gule atau menu campuran.
Kalau mau membuka warung menu khusus, tentunya harus mencari pasar yang lebih luas, karena tidak semua orang suka menu tersebut. Dengan menyediakan menu beragam, setiap orang bisa berganti menu dan setiap hari bisa menjadi pelanggan. Kalau misalnya setiap jam makan kita memiliki pelanggan setia 20 orang saja, tentunya 60 menu terserap setiap hari.

3. Tukang Masak.
Koki bisa dibilang sebagai kunci Utama warung. Ciri khas rasa ada ditangan koki.
Carilah koki yang memiliki cita rasa tinggi. Sesuaikan dengan menu yang akan dijual.
Negosiasikan gaji yang diinginkan. Berilah insentif bila penjualan mencapai target agar mereka betah.

4. Supplier murah
Mencari supplier murah tentu menjadi penting. Dengan supply barang murah, kita akan mampu menekan harga jual atau mendapatkan keuntungan lebih. Jangan membeli barang murah dengan kualitas jelek. Pilihlah kualitas bagus dengan harga lebih murah.
Pencarian bisa dilakukan di pasar, di toko grosir terdekat atau pedagang keliling. Keuntungan pedagang keliling adalah barang diantar ke rumah dan bisa mendapatkan pembayaran tunda. Tapi fasilitas ini pun bisa didapat di pasar/pedagang grosir untuk jarak yang tidak terlalu jauh.

5. Interior & Perabot
Dekorasi warung akan memberikan kesan kepada konsumen. Apakah mau didesain konvensional dengan etalase dan meja memanjang, dengan meja kecil berhadapan atau lesehan. Sesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Kalau memulai warung dari nol, tentunya perlu mencari etalase, meja, kursi & perabot dapur. Kalau ada pasar second di kota Anda tentu bisa menjadi alternatif.
Piring, gelas dan sendok memiliki seni tersendiri. Pemilihan yang tepat akan menambah kenyamanan konsumen.

Faktor pendukung sukses
Ada beberapa faktor pendukung kesuksesan warung, di antaranya:

Harga dan rasa.

Bagi mahasiswa menengah bawah, harga adalah nomer 1 dengan mempertimbangkan rasa. Untuk menengah atas, rasa bisa nomer 1 dengan mempertimbangkan harga. Jadi antara harga dan rasa ini setali tiga uang. Makanya, rasa yang enak dengan harga yang terjangkau untuk kalangan mahasiswa merupakan kunci sukses warung nasi.

Menu tambahan.
Menu tambahan menjadi daya tarik tersendiri dan juga menambah keuntungan. Menu tambahan bisa berupa variasi minuman seperti soft drink, juice, dll. Menu tambahan bisa juga berupa menu khusus pada hari-hari khusus, misal hari Minggu menyediakan menu khas Bakar Lele.

Kebersihan.
Meskipun menyediakan menu murah meriah dan lezat, akan sangat nikmat makan di tempat yang bersih dan rapi. Janganlah memnjual menu yang sudah basi.

Ramah.
Pelayanan yang ramah akan membuat pelanggan tidak segan kembali lagi. Carilah karyawan bagian depan yang murah senyum dengan penampilan rapih dan enak dipandang.
Promosi. Promosi bisa dilakukan dengan spanduk, menyebar brosur atau pun memberikan door prize untuk bulan-bulan tertentu.

Jadwal kerja.
Membuka usaha warung memang ribet. Pagi-pagi harus sudah belanja dan masak. Bisa jadi siang hari akan menambah masakan atau menghangatkan masakan. Tentunya karyawan akan merasakan kelelahan. Bila kondisi ini terjadi, perlu dipikirkan untuk penjadwalan kerja kryawan.
Jadwal warung pun harus dijelaskan kepada konsumen. Jangan terkesan kadang buka kadang tutup. Tapi pilihlah jadwal tutup yang konsisten.
Warung dengan cash flow harian memiliki konsekuensi bertemu pelanggan yang sama. Tentunya menjalin hubungan lebih dekat akan membuat mereka menjadi pelanggan setia.

Resiko Basi
Setiap bisnis tentu memiliki resiko. Warung juga memiliki resiko tidak laku dan membuat masakan menjadi basi.
Sebagai pengelola warung, tentunya perlu tahu trend ramai dan sepinya warung. Pengelola harus tahu kapan jadwal ujian dan jadwal mahasiswa pulang kampung.
Biasanya ada beberapa lauk yang tahan 2 hari. Jangan beresiko untuk menahannya sampai 3 hari. Misal seperti ikan, pada hari pertama dimasak goreng dan hari kedua dimasak pakai kuah.

Penutup
Ternyata warung memiliki potensi pasar yang tidak terbatas untuk mahasiswa tapi juga lainnya. Membuat warung juga tidak lah serumit yang kita bayangkan. Meski pun ada resiko, tentu resiko itu bisa dimanage dan bisa diminimalkan.

Tidak ada komentar: